Search This Blog

Loading...

Monday, December 31, 2012

Sejarah Meniup Terompet Saat Tahun Baru

| Monday, December 31, 2012 | 0 comments

Malam ini tanggal 31-Desember-2012 alias Malam Akhir tahun, Apakah Librarian sudah menyiapkan Terompet untuk ditiup tepat jam 00:00? Pasti sudah dong, Hehe.. Berbagai Model Terompet dapat dibeli di abang-abang tukang Terompet yang lewat.. Di Negara-negara Asia lainnya seperti Jepang dan China, Mereka menghabiskan waktu Tahun baru di tempat peribadahan untuk Berdoa dengan kepercayaan mereka lho! Seperti berdoa ingin keselamatan dan keberuntungan, jarang ada yang Meniup Terompet atau semacamnya, Di Indonesia, Meniup Terompet sudah menjadi Tradisi, Padahal Menurut Syariat Islam, Meniup Terompet di tahun baru itu Haram, Nah lho! Begini lho Sejarahnya...


Sebenarnya, Meniup Terompet pada Tahun baru adalah Kebudayaan Bangsa Yahudi, Bangsa Yahudi melakukan Introspeksi diri dengan tradisi meniup Shofar alias Serunai, sebuah alat musik yang masuk keluarga Terompet, Bunyi Shofar alias Serunai ini mirip sekali dengan bunyi Terompet yang terbuat dari kertas yang biasa dibunyikan oleh Masyarakat Indonesia pada malam pergantian Tahun. Terompet diperkirakan sudah ada sejak 15 abad sebelum Masehi, Sebenarnya Terompet digunakan untuk keperluan Ritual Agama, dipergunakan untuk keperluan Militer pada saat Perang, karena seiring perkembangan Zaman, Terompet dijadikan sebagai Alat Musik pada masa Pertengahan Renaisance hingga masa kini.

Kurang lebih begitu Sejarah Tradisi Meniup Terompet Saat Tahun Baru. Lalu kenapa di haramkan oleh Syariat Islam? Beruntung saya abis jalan jalan ke Blog abangdani.wordpress.com, jadi bisa tau tentang ini dan memberitahukannya kepada Librarian.

Syaikhul Islam Abul Abbas Al-Harronly pernah berkata "Tujuan Kita disini bahwa nabi Muhammad S.A.W. tatkala membenci Terompet Yahudi yang tertiup dengan mulut dan lonceng Nashoro yang dipukul dengan tangan, maka beliau menjelaskan sebab (beliau membenci Terompet) bahwa ini (Terompet Yahudi) termasuk urusan agama Yahudi. dan beliau menjelaskan sebab (Beliau membenci Lonceng) bahwa ini (Lonceng Nashoro) termasuk urusan agama Nashoro.

Perkara ini ada didalam Hadist yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin Umar saat beliau berkata.


كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاَةَ لَيْسَ يُنَادَى لَهَا فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِي ذَلِكَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِي بِالصَّلاَةِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ


"Dahulu kaum muslimin saat datang ke Madinah, merka berkumpul seraya memperkirakan waktu sholat yang (saat itu) belum di-adzani. Di suatu hari, mereka pun berbincang-bincang tentang hal itu. Sebagian orang diantara mereka berkomentar. "Buat saja lonceng seperti Lonceng orang-orang Nashoro". Sebagian lagi berkata, "Bahkan buat saja terompet seperti Terompet Kaum Yahudi". Umar pun berkata, "Mengapa kalian tak mengutus seseorang untuk memanggil (manusia) untuk sholat?". Rasulullah S.A.W. bersabda. "Wahai Bilal, bangkitlah lalu panggilah (Manusia) untuk Sholat (Adzan)". [Hadist Riwayat Al-Bukhoriy (604) dan Muslim (377)]

Mungkin jika saya sudahi Tulisan saya sampai sini ada Question seperti ini,
"Kan cuma sekedar niup 
Terompet dan sudah menjadi Tradisi, Kenapa musti Dilarang?"

Saya akan berbalik bertanya, Jika Librarian memakai Baju yang sekiranya bagus menurut anda lalu ada orang lain (Pastinya sudah dikenal) atau Pacar memakai baju yang sama, pasti akan tambah Akrab kan? Nah jadi Keserupaan atau Kesamaan Fisik dan Zhahir dapat membuat kedekatan Hati dan Batin, Inilah mengapa tetap dilarang oleh Syariat Islam.

Rasulullah S.A.W. Pernah bersabda.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ


"Barang siapa yang menyerupai suatu Kaum maka dia termasuk kaum tersebut" [Hadist Riwayat Abu Dawud (4031). Di Hasan kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (4347)]

Nah, Kurang lebih begitu dalam Syariat Islam, Saya berpesan, jauhkan deh dengan anak anak anda atau keluarga anda, Karena kita telah mengetahui Haramnya kan? Meningan kayak Orang Jepang, Tahun baru pergi ke tempat peribadahan, berdo'a meminta keselamatan dunia dan akherat, kan ada untungnya? :) Maaf jika menyinggung SARA.

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

Biasakan Komentar yang Positif Setelah Membaca! No SARA, dan Anti Kata Kotor.. :)

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com
Blog Ping Tool Pingates www.HyperSmash.com